SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENENTUAN KUALITAS SUNGAI DI KOTA PONTIANAK DENGAN METODE STORET BERBASIS WEBSITE

Uray Fasha August Putra(1), Renny Puspita Sari(2), Syahru Rahmayuda(3),


(1) Universitas Tanjungpura
(2) Universitas Tanjungpura
(3) Universitas Tanjungpura
Corresponding Author

Abstract


Air adalah salah satu elemen dalam hidup yang harus dijaga karena air adalah salah satu zat paling penting di kehidupan manusia. Sedikitnya publikasi informasi terkait kualitas kebersihan air di sekitar masyarakat, menyadarkan pentingnya keberadaan suatu sarana untuk masyarakat mendapatkan informasi tersebut. Oleh karena itu, akan dikembangkan sebuah Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memetakan seluruh titik pemantauan air di Kota Pontianak dan menggunakan data pemantauannya untuk mendapatkan status mutu air mengandalkan metode STORET berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. STORET dihitung dengan cara membandingkan data pemantauan dengan baku mutu yang diregulasi di dalam Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil perhitungan akan diberikan skor dan diklasifikasi menggunakan standar kelas US-EPA (Environmental Protection Agency) berdasarkan total skor dari setiap titik pemantauan. Hasil menunjukan pada data di Pontianak tahun 2021, terdapat 8 titik pemantauan yang tergolong Tercemar Sedang, 18 titik pemantauan yang tergolong Tercemar Berat, dan 68 titik pemantauan yang tidak memiliki data yang cukup untuk dihitung. Adapun hasil pengujian antarmuka sistem menggunakan kuesioner online yang disebar kepada 51 responden mendapatkan hasil 89,1% menggunakan Skala Likert sehingga hasil pengujian tersebut dapat dikategorikan sebagai Sangat Baik.


References


Cowen, D. J. (1988). GIS versus CAD versus DBMS: What Are the Differences? PHOTOGRAMMETRIC ENGINEERING AND REMOTE SENSING, 54(11).

Farkas, D., Pick, J., Sarkar, A., Hilton, B., Ramakhrisna, H., & Shin, N. (2016). A Tutorial on Geographic Information Systems: A Ten year Update. Communications of The Association for Information Systems, 38(9).

Fikri, M. (2019). Analisis Deskriptif Kualitas Air Dikawasan Permukiman di Kota Pontianak. Buletin Ilmiah Mat, Stat, dan Terapannya (Bimaster)), 08(2).

III, P. Crickard. (2014). Leaflet.js Essentials. Packt Publishing.

Kotimah, Q., Mahmudy, W. F., & Wijayaningrum, V. N. (2017, Oktober). Optimization of Fuzzy Tsukamoto Membership Function using Genetic Algorithm to Determine the River Water. International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE), 7(5).

Lyytinen, K., & Newman, M. (2008). unctuated Equilibrium, Process Models and Information System Development and Change: Towards a Socio-Technical Process Analysis. All Sprouts Content.

Magara, Y. (2009). Basic Concepts and Definitions in Water Quality and Standards. Water Quality and Standards, 2.

Parker, H. D. (1988). The Unique Qualities of a Geographic Information System: A Commentary. Photogrammetric Engineering and Remote Sensing, 54(11).

Simbolon, R., & Setyowati, S. (2019). Pengembangan Kawasan Wisata di Sungai Kapuas Kota Pontianak.

Susana, T. (2003). Air sebagai sumber kehidupan. Oseana, 28(3), 17-25.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Article Metrics

Abstract View : 46 times
PDF (Bahasa Indonesia) Download : 9 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.